Sejarah Almuslimun


Latar Belakang
Pesatnya ilmu dan tegnologi sekarang ini berimbas kepada pertautan budaya yang nyaris tidak terfilter oleh nilai-nilai Islami. Seiring dengan peradaban zaman yang sekarang ini diracuni dengan dahsyatnya era globalisasi, sehingga kebanyakan orang gagal memilih dan memilah mana budaya yang Islami, mana budaya yang liberalis. Hasil survey yang merangkak menyusup kepedesaan menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa hampir disetiap desa-desa sudah terpengaruh akan negatifnya globalisasi tersebut.

    Propoganda salah pemaknaan dari globalisasi itulah yang acap kali penyebab rapuhnya nuansa akhlaqul karimah bagi generasi-generasi Muslim. Sikap apatis terhadap norma-norma agama semacam ini yang harus kita sikapi dengan keseriusan untuk menghalau dampak negatif yang berkelanjutan.


    Pada pertengahan tahun 2000  maka lahirlah sebuah wadah pendidikan non formal yang bernaung dibawah Yayasan Amal Muslim Kab. Kotabaru yang langsung didaulat sebagai Pondok Pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Al-Muslimun dibawah asuhan KH. Kusairin Imansyah  yang berdiri tepat pada tanggal 1 Juni 2000.

KH.KUSAIRIN IMANSYAH selain Pendiri dan Pimpinan Pondok Peasantren Al-Muslimun, beliau juga aktif mengisi pengajian dan majlis ta’lim yang tersebar di Kab. Kotabaru. Dan tidak jarang beliau juga mengisi pengajian instansi-instansi pemerintahan didalam kota  bahkan beliau juga sering memberikan  ceramah dan tausiyah dikecamatan-kecamatan manakala bulan Rajab dan Bulan Rabiul Awwal tiba .

    Nama Al-Muslimun diambil dari nama Yayasan Amal Muslim itu sendiri yang langsung mengelola jalannya pencarian dana dan donator tetap dengan harapan semoga pondok ini pondok yang benar-benar dapat memberi arahan positif bagi pendidikan keagamaan kaum Muslimin yang saat itu belum ada pondok pesantren yang sekaligus memondokkan santrinya.

Pondok Pesantren Al-Muslimun sebagai lembaga Pendidikan Islam memiliki visi dan misi sebagai berikut:

1. Untuk mencetak generasi Muslim yang berwawasan keIslaman yang Qur’ani, kokoh bertauhid, kuat bersyaria’at dan mampu memberi teladan bagi orang sekitar

2.       Mencetak generasi muda  yang mampu menghadapi tantangan zaman yang nantinya akan dapat menjadi seorang penegak kebenaran  dimasa-masa mendatang.
3.       Membekali para generasi muda 3 disiplin ilmu yang fardhu ain, yakni Tauhid, Fiqh dan Tasauf demi terwujudnya generasi muda yang Islami.

Keadaan Alam Sekitar

Pondok Pesantren Al-Muslimun merupakan Pondok Salafiah yang pertama di Kotabaru terletak didataran tinggi antara Gunung Bamega dan Selat Laut Kotabaru dengan panorama yang indah dan asri, pondok ini belum dikenal luas untuk wilayah Kalimantan Selatan, namun sudah dikenal sebagian besar wilayah Kabupaten Kotabaru .

Pondok Pesantren Al-Muslimun terletak sekitar 4.5 km dari pusat keramaian kota, sebelah utara berbatasan dengan kampung Jelapat, sebelah selatan berbatasan dengan desa gunung Ulin.

Masyarakat sekitar  Pondok berada ditengah-tengah perkebunan buah dan sayur-sayuran yang berpenduduk sekitar 788 jiwa. Sebagian besar masyarakatnya
Bekerja sebagai petani kebun dan juga pertukangan. Namun dengan perkembangan zaman dan pelebaran jalan, maka banyak pejabat dan birokrat yang bermukim disana. Lebih-lebih setelah dibangunnya areal perumahan disekitar pondok menyebabkan semakin ramai dan bersahaja orang-orang kota mencari tanah untuk dijadikannya sebagai rumah tempat tinggalnya.


Organisasi Kelembagaan

Semenjak awal berdinya, Pondok Pesantren Al-Muslimun sudah bernaung dalam sebuah wadah yaitu Yayasan Amal Muslim Kab. Kotabaru. Dari bermula hingga sekarang Pondok Pesantren Al-Muslimun tetap selalu bernaung di Yayasan tersebut, hal ini mengenang dan menimbang nilai Historisnya. Maksudnya hingga sekarang kelangsungan dan perjalanan Pondok ini selalu bekerjasama dengan Yayasan, meskipun hanya berkoordinasi dengan para petinggi Yayasan saja bukan kepada seluruh anggotanya.

Kegiatan Pendidikan dan Metode Pembelajaran
Pondok pesantren Al-Muslimun seperti halnya Pondok Pesantren pada umumnya menyelenggarakan pendidikan dengan metode-metode Salafi yang disusun oleh Pondok-Pondok Pesantren acuan Kementrian Agama yang mengacu pada nilai-nilai keIslaman dan dipadu dengan metode-metode Sekolah Formal.

    Tujuan kurikulum Pondok Pesantren Al-Muslimun adalah untuk mencetak kader-kader Islami

sebagaimana pengharapan Baginda Rasulullah Saw” Ditangan Pemuda terletak masa depan Bangsa” Para petinggi Yayasan menyusun kurikulum secara konsisten dan tertata sesuai dengan kebutuhan Pondok Pesantren.

Secara garis besar Pondok Pesantren Al-Muslimun menyelenggarakan dua jenis kegiatan pendidikan, pertama menyelenggarakan pendidikan tingkat Wustha selama 3 tahun. Kedua menyelenggarakan program Wajar Dikdas sejak tahun 2003.

Ciri Khas Pendidikan
Pondok Pesantren Al-Muslimun mengembangkan diri sebagai lembaga pendidikan Islam guna mendidik remaja putra-putri tentang berbagai ilmu keagamaan dan juga tidak ketinggalan ilmu-ilmu umum. Ciri khas Pondok Pesantren Al-Muslimun ialah pengkajian kitab kuning dan majelis ta’lim.

Keadaan Kyai, ustadz dan santri

Untuk sementara ini hasrat  masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya ke Pondok Pesantren Al-Muslimun masih belum terlalu tinggi, hal ini dikarenakan belum adanya para alumni pondok ini yang mampu berkecimpung dimasyarakat. Hal lain juga karena adanya pengaruh alam sekitar dan kondisi masyarakat yang masih belum tersentuh dengan norma-norma agama yang dilahirkan dari pondok pesantren. Hingga sampai saat ini santri berjumlah 31 orang
Diasuh oleh 9 ustadz.

Prestasi yang diraih

Tahun 2006 Juara festival qasidah
(Antar Pelajar sekabupaten)
Tahun 2007 Juara festival mauled
(Antar Kecamatan dan Kabupaten)
Tahun 2009 Juara pidato 3 bahasa
(Antar Pondok Sekabupaten)
Tahun 2009 Juara baca Kitab
(Antar Pondok sekabupaten)
Dan banyak lagi prestasi yang diraih yang belum kami muat satu persatu disini

Sarana dan Prasana
Untuk menuju proses belajar mengajar efektif dan kondusif, Pondok Pesantren Al-Muslimun menyediakan sarana dan prasana yang memadai seperti Masjid, Ruang belajar, Asrama, erpustakaan, Laboratorium Bahasa, koperasi dan beberapa buah lapangan olahraga.



Sumber Dana dan Usaha
Biaya penyelenggaraan Pendidikan di Pondok Pesantren Al-Muslimun diperoleh melalui Iuran Asrama, Pembuatan Kalender, Koperasi dan Donatur tetap serta dari dana BOS dan Pendamping BOS.

Program Pengembangan

    Pada usianya yang ke 07 tahun ini, Pondok Pesantren Al-Muslimun masih berjalan tidak bisa terlalu jauh melangkah, dikarenakan belum membuminya tradisi masyarakat sekitar terhadap pondok pesantren, maka dalam rangka menyikapi hal yang demikian Yayasan Amal Muslim Kotabaru akan menambah program Pendidikan dan Pengajaran dengan  membuka Raudhatul Athfal (TK) Madrasah Ibtidaiyah (SD) dan Madarasah Tsanawiyah (SMP) dan selanjutnya Madrasah Aliyah (SMA)dan Madrasah Diniyyah sore hari, Paket B dan Paket C dam Insya Allah hingga Perguruan Tinggi yang kesemuanya itu terpadu dengan  Pendidikan Islami berbasis Pesantren